what is a camera but a box of light? what is a guitar but a box of sound? - ani difranco
   

<< January 2012 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Thursday, May 24, 2007
i'm moving

new chapter: pohonjambudidepanrumahku.blogspot.com

Posted at 05:55 pm by betterthanezra
silakan tinggalkan komentar  

Thursday, May 17, 2007
a place called home a.k.a. abuabu...

:boleh saya peluk kamu? saya ingin menangis...

Sebuah rumah sebagai tempat pulang. A home. Betapa saya menginginkannya. Sebuah tempat dimana saya bisa nyaman berada di dalamnya. Sebuah tempat yang hangat dimana saya bisa meringkuk dan bergelung di dalamnya. Sebuah tempat dimana saya bisa mendapatkan privacy saya sepenuhnya. Sebuah tempat dimana ibu saya bisa punya buffet sendiri dan adit punya kamar sendiri. Dan saya punya perpustakaan sendiri. Itu yang ada dalam benak saya sejak dulu. Sebuah tempat pulang.

Selama ini rumah hanyalah sebagai rumah. Sebuah bangunan bersegi empat, terbuat dari batu bata dengan genting sebagai atapnya. Tak lebih dari itu. Benarbenar tak lebih dari itu. Saya tidak pernah merasakan kehangatan sebuah rumah. Tidak. Yang membuat saya bertahan adalah semata karena ibu saya ada di sana. Cintanya yang membuat saya tertahan di sana. Cintanya yang membuat saya mampu menebalkan telinga dari semua hal yang saya dengar dari mulut ayah saya. Hanya ibu saya. Dan saya saat ini tidak mungkin meninggalkannya begitu saja. Maka saya bertahan. Tidak untuk selamanya memang. Jelas tidak. Saya tidak mau menghabiskan sisa umur saya di tempat ini. Menjadi tulang punggung dari semua yang dilakukan oleh ayah saya. Tapi entah kenapa, menjadi tulang punggung itu suatu saat nanti tidak akan terelakkan. Saya tidak tahu kenapa harus saya. Kenapa harus saya yang menjadi tulang punggung? Kenapa bukan ayah saya saja? Bukankah ia yang gemar sekali memiliki anak? Sampaisampai saya dan ibu saya bercanda, seharusnya ayah saya punya peternakan anak saja. Apakah karena saya adalah sulung dari entah berapa bersaudara ini? Apakah sulung seperti saya harus menanggung semuanya? Saya juga menginginkan kehidupan saya sendiri. Maaf bukan saya tidak mau memikul tanggung jawab, saya hanya capek menanggung tanggung jawab yang semestinya tidak saya tanggung. Saya ingin hidup sebagai diri saya sendiri. Memiliki rumah sendiri. Meski itu harus melata dan kere, tapi itu hidup saya sendiri.

Saya capek dengan rumah sebagai a house, saya menginginkan sebuah rumah sebagai a home. Saya tahu saya harus bersabar. Tapi kadangkadang batas kesabaran saya pun naik turun. Saya ingin bergegas tapi semua tidak seperti yang saya inginkan. Tertahan lagi. Saya hanya menghela napas panjang. Masa saya harus menikah hanya untuk bisa keluar dari rumah? Saya tidak suka itu. Sejak dulu tidak suka. Toh saya tidak berpikir untuk menikah. Paling tidak untuk beberapa tahun ke depan. Sejak dulu, gambaran sebuah tempat pulang dalam benak saya tidak pernah melibatkan lakilaki sebagai apapun. Hanya saya sendiri. Saya terlalu takut untuk itu. Saya tidak bisa mempercayakan hati saya begitu saja.

Barubaru ini hal itu agak terusik. Kehadiran pak tani itu pasalnya. Ya. Dia. belum tahap serius. Jelas. Tapi paling tidak saya sedikit terusik. Dan itu sudah hebat. Paling tidak bagi saya. Kehadirannya. Perhatiannya membuat saya menoleh dan berpikir bahwa ada hidup lain selain sendirian. Saya belum mempercayakan hati saya dan mengulurkan tangan saya padanya. Saya masih memandangnya dengan curiga. Saya masih bertanya kepadanya apakah ia masuk golongan ayah saya itu. Saya masih membaca sikapnya. Mengiraira apakah ia memang sungguhsungguh. Saya mencoba. Saya belajar. Kami samasama kehilangan rumah sebagai tempat pulang. Kami samasama hanya punya kasih sayang ibu. Bedanya, ia lari meninggalkan segala penat itu dan melata di luar rumah sedangkan saya bertahan semampu saya di dalam ruang berdinding dingin ini. Saya tidak tahu apakah kesamaan ini akan membawa kami bersamasama sepakat membangun sebuah tempat pulang. Terlalu muluk menurut saya. Tapi ada pikiran untuk itu. Terpikirkan. Meski sayupsayup, timbul tenggelam, kadang ada kadang tiada tapi ada. Damn! Saya takut sekali itu. Takut. Tuhan, saya takut. Takut pada pikiran saya yang mulai berharap itu. Tidak. Tidak boleh seperti itu.

A home... a home... where are you?


16.05.07 22.05...


Posted at 01:52 pm by betterthanezra
silakan tinggalkan komentar  

Wednesday, May 16, 2007
perihal hari ini...

kekasihku

pacar kecil duduk manis di jendela,
menemani senja. senja, katanya, seperti ibu
yang cantik dan capek setelah seharian dikerjain kerja.

ia bersiul ke senja seksi yang tinggal
tampak kerdipnya: selamat tidur, kekasihku.
esok pagi kau tentu akan datang dengan rambut baru.

kupetik pipinya yang ranum,
kuminum dukanya yang belum: kekasihku,
senja dan sendu telah diawetkan dalam kristal matamu.

2003 (joko pinurbo)

 


Posted at 03:10 pm by betterthanezra
silakan tinggalkan komentar  

Tuesday, May 15, 2007
perihal mengenang: pak tua...

terbangun pagi tadi dengan hp berdering dan di layar tertulis: 15 Mei, ulang tahun Pak Tua. dia. masih saja double click itu terasa sekali. semua kembali. apa saya masih berhak? nevermind. kemudian saya sms dia. mengucapkan selamat ulang tahun. semoga semua yg dicitacitakannya terwujud. standar seperti biasanya. di akhir sms, saya tulis: happy wonderful birthday ya... masih tetap sama seperti saya beberapa tahun yang lalu. dasar.

pak tua... pak tua.... apa kabar hidupmu? hari ini, saya merindukanmu...


Posted at 08:32 pm by betterthanezra
silakan tinggalkan komentar  

Thursday, April 26, 2007
percakapan di sela hujan di suatu sore...

hujan menderas. semua bergegas. payungpayung terkembang. langkahlangkah kaki berlarian. bersaing dengan kecipak basah hujan. pluk! plak! pluk! aku. kau. bergegas. berlari kecil. mencari sepetak tempat untuk meneduhkan kepala. kita tidak bawa payung. katamu. hmm... seperti biasa to? jawabku. kau tertawa. ya. seperti biasa. siapa kirakira yang memanggil hujan ini? kau atau aku? tanyaku. hmm... tidak tahu. gantian kau yang mengedikkan bahu. bukankah memang kita ini guntur dan petir? dan hujan adalah anak kita? jawabmu. aku hanya mengangkat alis. anak? ya. kenapa aku bisa lupa? lalu pecahlah suara tawa kita. berderaiderai. membelah hujan.

kau. aku. hujan. di suatu sore...

 


Posted at 07:17 pm by betterthanezra
silakan tinggalkan komentar  

Tuesday, April 03, 2007
pak tani dan ladang stroberi....

Hidup ini memang kadang tidak disangka. Memang tidak disangka. Beberapa saat yang lalu saya pikir saya telah menemukan muara saya di diri manusia harimau itu lengkap dengan semua ledakan kembang api itu tapi lihat saya sekarang, saat ini saya malah terdampar di ladang stroberi milik seorang pak tani. Ya, ladang stroberi bukan tobong milik manusia harimau itu. Bukan. Saya memang harus memilih dan memang saya memilih. Saya tidak mau terlena dalam keadaan berpendarpendar (seperti sahabat saya bilang) dan dieluelukan seperti saat ini. Maka di sinilah saya sekarang. Ladang stroberi milik seorang pak tani. Mencoba belajar bersamanya. Tobong milik manusia harimau itu mungkin akan jadi bab berikutnya atau mungkin juga tidak. Tak penting untuk saat ini.

Hmm... ladang stroberi ini boleh juga. Lanskapnya lumayan bagus ternyata. Eh, mana kamera saya? Saya mau memotret saja di sini. Oya, saya bisa makan stroberi gratis di sini...



Posted at 12:00 pm by betterthanezra
silakan tinggalkan komentar  

Friday, March 30, 2007
midtones...

baiklah, kita mulai saja percakapan ini. aku membutuhkan semua penjelasan itu. tidak enak rasanya berdiri di daerah abuabu seperti ini. menjadi kabur seperti ini. tidak jelas apakah aku menginjak daerah gelap atau daerah terang. kau sendiri tahu hal itu bukan? ketika semuanya tampak jelas, maka akan lebih mudah menentukan langkah. langkahku. mauku. langkahmu. maumu.

jika aku memang berada di daerah gelap, maka aku akan pergi. aku akan mencari daerah terang lain. tidak perlu berteletele. aku akan angkat kaki.

aku berada di daerah terang? jika memang demikian, aku akan tinggal. itu jawabanku. final. aku akan mengalahkan diriku sendiri untuk tinggal di sini.


Posted at 05:50 pm by betterthanezra
silakan tinggalkan komentar  

slow dancing in a burning room

aku menikmati semua ini. kamu?


Posted at 05:42 pm by betterthanezra
silakan tinggalkan komentar  

Thursday, March 22, 2007
hide and seek...

saya tidak tahu sampai kapan akan bermain dengan pola yang sama seperti ini. hide and seek. hit and run. seorang sepupu saya bilang kalau saya memang jago seperti ini. jago sekaligus pengecut, kata saya. jago untuk memulai tapi sangat pengecut menghadapinya. dia bertanya kepada saya suatu sore melalui telepon, sampai kapan saya akan berpindahpindah dan bersembunyi seperti ini? memindahkan hati saya dari satu sarang ke sarang yang lain. duh, saya sendiri tidak tahu apa jawaban untuk semua ini. mungkin memang tidak ada jawabannya sampai saya mampu mengatasi rasa tidak aman yang selalu muncul ketika saya mencoba tinggal di setiap sarang itu.

tapi paling tidak, kemarin dan tempo hari beberapa hari lalu, saya berani  menghadapinya. meski tanpa perasaan apapun. benar. tanpa perasaan apapun. yang pertama membalas budi. yang kedua, karena saya ingin memberi diri saya kesempatan dan mengakhiri permainan ini. saya ingin berhenti berlari dan berpindahpindah. mencoba untuk tinggal. meski sarang itu tidak seperti yang saya inginkan memang. yang saya inginkan? janganjangan saya sendiri tidak tahu apa yang saya inginkan. atau janganjangan saya memang tidak menginginkan apapun. saya tidak tahu. saya terlalu bingung.  atau sebenarnya saya hanya membutuhkan tempat dimana saya merasa aman. mungkin itu.

Posted at 03:08 pm by betterthanezra
silakan tinggalkan komentar  

Wednesday, February 28, 2007
contrast

 A door just opened on a street--
  I, lost, was passing by--
And instant's width of warmth disclosed,
  And wealth, and company.

The door as sudden shut, and I,
  I, lost, was passing by,--
Lost doubly, but by contrast most,
  Enlightening misery.

- Emily Dickinson -


Posted at 07:20 pm by betterthanezra
silakan tinggalkan komentar  

Next Page